
Suatu hari, di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi
bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa
bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah.
Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena di
situlah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia
khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan
hidup dan matinya hanya kepada-Nya.
Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang
cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.
Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia
termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istikharah
akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan
setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan
subuh.